(RPP)

Sekolah                                   : SMP ………………….
Mata Pelajaran                        : Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelas/Semester                        : VII/dua
Materi Pokok                          : Konsep kelangkaan dan kebutuhan
Alokasi Waktu                        : 1 Pertemuan (2 JP)

A.    Kompetensi Inti

  1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
  2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
  3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
  4. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.

B.  Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.3 Menganalisis konsep
interaksi antara manusia dengan ruang sehingga menghasilkan berbagai kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, penawaran- permintaan) dan interaksi antarruang untuk keberlangsungan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya Indonesia
3.3.1 Menjelaskan pengertian kelangkaan
3.3.2 Menjelaskan pengertian kebutuhan
3.3.3 Menjelaskan faktor penyebab terjadinya kelangkaan
3.3.4 Menjelaskan kaitan antara kelangkaan  dengan kondisi alam
3.3.5 Menjelaskan cara mengatasi kelangkaan
4.3 Menyajikan hasil analisis tentang konsep interaksi antara manusia dengan ruang sehingga menghasilkan berbagai kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, permintaan, dan penawaran) dan interaksi antarruang untuk keberlang-sungan kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya Indonesia

4.3.1 Membuat peta konsep tentang kaitan antara kelangkaan dengan kondisi alam
4.3.2 
Menyajikan laporan hasil diskusi materi kelangkaan dan usaha mengatasinya
.

C.  Tujuan Pembelajaran

Dengan model PBL, mengamati gambar dan membaca artikel tentang “Cabe Rawit Merah Langka, Harganya Naik Hingga Lima Kali Lipat, peserta didik dapat :
                    1.            menjelaskan pengertian kelangkaan
                    2.            menjelaskan pengertian kebutuhan
                    3.            menjelaskan faktor penyebab terjadinya kelangkaan
                    4.            menjelaskan kaitan antara kelangkaan cabai dengan kondisi alam
                    5.            menjelaskan cara mengatasi kelangkaan

Fokus penguatan karakter: teliti, disiplin, kerjasama

D. Materi Pembelajaran
1. Konsep kelangkaan
2. Konsep kebutuhan
3. Faktor penyebab terjadinya kelangkaan
4. Kaitan antara kelangkaan dengan kondisi alam
5. Cara mengatasi kelangkaan

E.  Metode Pembelajaran

1. Model pembelajaran      : Problem Based Learning
2. Metode                          : Diskusi

F.  Media dan Bahan
Gambar: transaksi jual beli cabai
Artikel

G. Sumber Belajar
Buku peserta didik: Iwan setiawan  dkk. 2016. Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta: Kementeraian Pendidikan dan Kebudayaan

Artikel: Cabe Rawit Merah Langka, Harganya Naik Hingga Lima Kali Lipat https://m.tempo.co/read/news/2010/06/29/057259442/cabe-rawit-merah-langka-harganya-naik-hingga-lima-kali-lipat diunduh Rabu, 14 Maret 2017 pukul 20:55

H.  Langkah-langkah Pembelajaran

Kegiatan
Langkah-Langkah Pembelajaran
Alokasi Waktu
Pendahuluan


-    Salam dan tegur sapa
-    Cek kehadiran, berdoa, menyiapkan sumber belajar dan media pembelaran
-    Appersepsi dengan tanya jawab  tentang aktivitas hidup manusia dalam memenuhi kebutuhan
-    Guru menyampaikan  tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
-    Guru menyampaikan manfaat pembelajaran
-    Guru menyampaikan langkah-langkah pembelajaran
-    Guru menyampaikan teknik penilaian yang akan dilakukan

10’
Kegiatan Inti **)
Model Pembelajaran Berbasis Masalah


1. Orientasi Masalah
Guru menyajikan tayangan gambar aktivitas transaksi jual beli cabai di pasar
Hasil gambar untuk gambar jual beli cabai merah
Peserta didik mengamati gambar tentang aktivitas transaksi jualbeli cabai di pasar

Guru meminta peserta didik untuk membaca artikel (terlampir)
Peserta didik membaca artikel yang dibagikan guru
60”
2. Organisasi Belajar
Guru memfasilitasi peserta didik untuk memahami masalah kelangkaan cabai di pasaran
Peserta didik secara berkelompok mengidentifikasi tentang :
1.   Apa yang telah diketahui peserta didik tentang masalah kelangkaan cabai di pasaran
2.    Apa yang peserta didik  ketahui tentang faktor-faktor penyebab masalah kelangkaan cabai di pasaran
3.    Bagaimana kaitan antara kelangkaan cabai dengan kondisi alam
4.    Usaha-usaha apa yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan kelangkaan cabai di pasaran.

3. Penyelidikan Individual maupun Kelompok
Guru membimbing peserta didik untuk melakukan pengumpulan data/informasi (pengetahuan, konsep, teori) tentang kelangkaan cabai di pasaran melalui berbagai macam cara untuk menemukan berbagai alternatif penyelesaian kelangkaan tersebut
Peserta didik melakukan pengumpulan data/informasi (pengetahuan, konsep, teori) kelangkaan cabai di pasaran melalui berbagai macam cara untuk menemukan berbagai alternatif penyelesaian kelangkaan tersebut.

4. Pengembangan dan Penyajian Penyelesaian Masalah
Guru membimbing peserta didik untuk menentukan alternatif penyelesaian masalah yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah kelangkaan cabai dipasaran dari beberapa alternatif penyelesaian masalah kelangkaan cabai yang peserta didik temukan.
Peserta didik menyusun laporan hasil penyelesaian masalah kelangkaan cabai dan menyajikan dalam bentuk gagasan dan bagan penyelesaian masalah kelangkaan cabai



5. Analisis dan Evaluasi Penyelesaian Masalah
Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap proses penyelesaian masalah kelangkaan cabai yang dilakukan.
Peserta didik melakukan refleksi dan evaluasi terhadap proses penyelesaian masalah kelangkaan kedelai yang dilakukan.

Penutup
·         Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan hal hal yang belum  dipahami.
·         Guru memberikan penjelasan atas pertanyaan yang disampaikan oleh  peserta didik.
·         Peserta didik diminta melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran  terkait dengan penguasaan materi, pendekatan dan model pembelajaran yang digunakan.
·         Peserta didik diberi pesan tentang nilai dan moral
·         Peserta diingatkan untuk menyempurnakan laporan hasil diskusi  kelompok tentang jawaban atas pertanyaan yang telah dirumuskan untuk dikumpulkan kepada guru.
·         Peserta didik diingatkan untuk membaca materi pada subbab berikutnya yaitu kebutuhan manusia
10’


I.    Penilaian

1.         Teknik penilaian

1)      Penilaian Sikap


No.
Teknik
Bentuk Instrumen
Contoh Butir Instrumen
Waktu Pelaksanaan
Keterangan

Observasi
Jurnal
Lihat Lam
piran ...
Saat pembelajaran berlangsung
Penilaian untuk dan pencapaian pembelajaran (assessment for and of learning)

Penilaian diri

Lihat Lampiran ...

Saat pembelajaran usai
Penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning)

Penilaian antar teman

Lihat Lampiran ...

Setelah pembelajaran usai
Penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning)

2)      Jurnal Perkembangan Sikap

No
Waktu
Nama
Peserta didik
Catatan Perilaku
Butir Sikap
Renc. Tindak Lanjut













3)      Pengetahuan

No

Kompetensi Dasar
Materi/
Sub Materi
Indikator Soal
Bentuk Soal

Jenjang
pengetahuan
Jumlah Soal
1
3.3 Menganalisis konsep interaksi antara manusia dengan ruang sehingga meghasilkan berbagai kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, permintaan , dan penawaran) dan interaksi antara ruang untuk keberlangsungan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya Indonesia
1. Kelangkaan sebagai permasalahan ekonomi manusia




·   Menjelaskan pengertian kelangkaan dan kebutuhan

·   Menjelaskan faktor penyebab terjadinya kelangkan


·   Menjelaskan  cara mengatasi kelangkaan

Uraian




Uraian





Uraian




C2




C2





C4

1




1




1






a.       Butir Soal


b.      Jawaban
 KUNCI JAWABAN :
      1.            Kelangkaan adalah keadaan yang mencerminkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan alat pemuas kebutuhan
Rentang skor dari 0 - 20
      2.            Kebutuhan adalah suatu keinginan terhadap suatu barang atau jasa yang menuntut adanya pemenuhan, apabila tidak dipenuhi maka akan mempengaruhi kehidupan.
Rentang skor dari 0 – 20
      3.            Faktor-faktor yang mempengaruhi kelangkaan, antara lain:
a)      iklim suatu negara
b)      suhu udara suatu wilayah
c)      lokasi
d)      sumber daya manusia
e)      transportasi
      Pilih alternatif jawaban 4 skor maksimal 40
      4.            Cara mengatasi kelangkaan antara lain  :
a.       Menggunakan sumber daya secara efisien
b.      Memanfaatkan lahan yang dapat menghasilkan barang kebutuhan sendiri
      Rentang skor 0- 20
Nilai peserta didik  =  skor yang diperoleh


4)      Keterampilan

No.
Kompetensi Dasar
Materi
Indikator
Teknik Penilaian
1
4.3. Menyajikan hasil analisis interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan politik yang menghasilkan berbagai kegiatan ekonomi dalam lingkup provinsi.

Konsep Kebutuhan dan Kelangkaan (motif, prinsip, dan tindakan ekonomi)
Menyajikan laporan hasil diskusi materi kelangkaan dan usaha mengatasinya.
Kinerja


c.       Instrumen Penilaian

No.
Aspek yang Dinilai
Skor
0-25
0-25
0-25
0-25
1.
Kesesuaian antara masalah dan pembahasan




  2.
Kedalaman materi




Jumlah

Skor Maksimum



d.      Rubrik Penilaian
No
Aspek yang dinilai
Rubrik
   1.

Kesesuaian antara masalah dan pembahasan
Skor 76-100 apabila sangat sesuai antara masalah dengan pembahasan
Skor 51-75 apabila sesuai antar masalah dengan pembahasan
Skor 26- 50 apabila cukup sesuai antara masalah dengan pembahasan
Skor 0 - 25 apabila kurang sesuai antara masalah dengan penjelasan
  1.  
Kedalaman materi
Skor 76-100 apabila sangat sesuai dalam pembahasan materinya
Skor 51-75 apabila sesuai dalam pembahasan materinya
Skor 26- 50 apabila cukup dalam pembahasan materinya
Skor 0 - 25 apabila kurang dalam pembahasan materinya

Nilai = skor perolehan / 2



2.      Pembelajaran Remedial
Guru memberikan pembelajaran ulang secara klasikal tentang materi kelangkaan dan kebutuhan bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil analisis penilaian.

3.      Pembelajaran Pengayaan
Guru meminta peserta didik mempelajari materi dan membuat ringkasan dari buku referensi.






                    Mengetahui,                                                                ............................ 2017
                    Kepala Sekolah,                                                          Guru,



       
                    NIP.                                                                            NIP. 





























LAMPIRAN MATERI

MATERI REGULER

Kelangkaan dan Kebutuhan Manusia
Ayo perhatikan di sekelilingmu!  Manusia juga dikenal sebagai mahluk ekonomi ( homo economicus ) karena manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan, tentu saja   dengan cara  yang  rasional sehingga dapat mencapai kesejahteraannya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut manusia bertindak sebagai mahluk sosial. Manusia tidak mampu memenuhi kebutuhan tanpa melakukan interaksi dengan orang lain. Interaksi manusia dengan manusia lain menunjukkan bahwa manusia sebagai mahkluk sosial yang selalu hidup bersama dan tidak dapat hidup sendiri dalam memenuhi kebutuhan. Tindakan manusia  melakukan interaksi dengan manusia lain misalnya, untuk memperoleh beras dengan cara membeli dari pedagang di pasar karena secara individu tidak mampu menghasilkan beras itu.
Kebutuhan manusia yang beragam dan selalu terus bertambah tersebut tidak mungkin dapat terpenuhi tanpa adanya interaksi sosial. sebagai mahkluk sosial manusia selalu membutuhkan manusia lain. Interaksi sosial merupakan kunci dalam sendi-sendi kehidupan sosial, karena tanpa interaksi tidak mungkin terjadi aktivitas sosial. Interaksi sosial adalah hubungan – hubungan sosial yang dinamis, baik yang menyangkut hubungan antara individu dan individu, antar individu dan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok lain. Secara sederhana, interaksi terjadi apabila dua orang saling bertemu, saling menegur, berkenalan, dan memengaruhi.
Interaksi sosial tidak terbatas oleh waktu karena dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Dengan adanya interaksi maka terjadi saling memengaruhi sehingga menimbulkan berbagai perubahan dalam kehidupan. Kondisi tersebut dinamakan proses sosial, dimana terjadi pengaruh timbal balik antara perbagai segi kehidupan bersama. Interaksi sosial merupakan bentuk pelaksanaan kedudukan manusia sebagai mahkluk sosial. Manusia  tidak  mampu hidup sendiri, sejak manusia dilahirkan kita selalu membutuhkan keberadaan orang lain. Manusia memiliki naluri untuk hidup bersama dengan orang lain, dan ingin bersatu dengan lingkungan sosialnya. Agar manusia dapat menjalankan fungsi sebagai makhluk ekonomi dan makhluk sosial  maka dalam kegiatannya perlu mematuhi aturan-aturan atau norma-norma tertentu. Tanpa aturan –aturan yang mengatur proses kehidupan makan manusia akan bertindak semena-mena.



Kelangkaan sebagai permasalahan ekonomi manusia
Pernahkah kalian perhatikan aktivitas tiap orang yang ada di sekitar kalian ? Orang-orang yang ada di sekitar kalian melakukan aktivitas sepanjang hari agar kebutuhan terpenuhi. Kebutuhan manusia  semakin hari semakin bertambah. Pada zaman pra aksara,  kehidupan masih primitif untuh memenuhi kebutuhan mereka dengan cara berburu dan meramu. Kemudian seiring dengan majunya cara berpikir dan kebudayaan, mereka  mulai hidup menetap dan bercocok tanam dan untuk memenuhi kebutuhan dengan cara barter. Kebutuhan mereka belum terpenuhi dengan cara barter karna barang-barang yang mereka miliki belum tersedia banyak dan belum tersedia uang sebagai sarana untuk melakukan tukar-menukar.
Kebutuhan manusia demikian banyak, sedangkan barang-barang dan jasa serta sumber-sumber alam lain jumlahnya terbatas atau langka. Keterbatasan sumber daya tersebut antara daerah yang satu dengan daerah lain tidak sama. Beberapa daerah yang tersedia secara melimpah dan sebagian daerah lain tersedia sumber daya yang sedikit sehingga terjadi interaksi antar daerah untuk memenuhi kebutuhan.
Kelangkaan sumber daya dibanding dengan kebutuhan  manusia akan menyebabkan kurangnya atau tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh kebutuhan untuk hidup. Kelangkaan ini merupakan masalah ekonomi manusia. Masalah ekonomi muncul karena adanya kebutuhan manusia yang terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan yang berupa barang dan jasa terbatas adanya. Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan alat pemuas kebutuhan itu disebut kelangkaan.
Untuk mengatasi masalah kelangkaan maka perlu belajar ilmu ekonomi. Ekonomi  berasal dari bahasa Yunani Oikonomia yang berarti rumah tangga. Oikonomia   merupakan kata majemuk yang terdiri dari dua kata ‘oikos dan nomos.’  Oikos artinya rumah tangga, dan nomos artinya aturan, Jadi arti kata  ekonomi berarti aturan rumah tangga atau ilmu yang mengatur rumah tangga. Ilmu ekonomi termasuk kelompok ilmu sosial.
Para pakar ekonomi memberi batasan-batasan yang berbeda-beda tentang pengertian ilmu ekonomi. Meskipun definisi atau batasan yang mereka berikan berbeda tetapi pada dasarnya mengandung makna yang sama. Definisi ilmu ekonomi yang sering digunakan “ Ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memenuhi  kebutuhan  untuk  mencapai   kemakmuran.“  Berdasar   definisi  itu   maka  dapat   diambil kesimpulan bahwa kemakmuran akan tercapai bila kebutuhan sudah terpenuhi. Untuk mencapai kemakmuran itu manusia harus selalu berusaha melakukan tindakan-tindakan atau pengorbanan, baik berupa tenaga, waktu maupun materi.
Berdasarkan kajian geografis permasalahan ekonomi setiap daerah dan wilayah berbeda. Sebagai Negara kepulauan Indonesia memiliki keragaman bentuk muka bumi, mulai daratan, hingga lautan. Kondisi yang demikian ini ternyata mempunyai hubungan yang erat dengan aktifitas dengan manusianya sebagai penghuninya. Dimana kondisi sosial suatu wilayah tidak akan terlepas dari keadaan fisiknya. Satu ciri utama kajian geografis adalah mengkaji hubungan antara unsur fisik dan unsur sosial di permukaan bumi. Pemanfaatan lingkungan fisik oleh manusia pada hakikatnya tergantung pada kondisi lingkungan fisik itu sendiri dan kualitas manusianya. Kondisi sosial manusia selalu dalam rangka pemenuhan kebutuhan. Pemenuhan kebutuhan masyarakat akan dapat terpenuhi kalau pembangunan wilayah tersebut berkembang dengan baik. permasalahan ini tentu akan berdampak pada ketersediaan alat pemenuhan kebutuhan. Kelangkaan menjadi permasalahan tiap daerah baik di perkotaan maupun di pedesaan.
Di kota-kota  umumnya terdapat permukiman kumuh dihuni para pendatang yang belum berhasil mewujudkan impiannya. Daerah terpencil terjadi karena secara geografis terletak di daerah yang sulit dijangkau seperti dilereng gunung, di kepulauan, maupun di tengah hutan. Daerah tersebut mengalami perubahan pembangunan, meskipun sebenarnya kaya sumber daya alam. Pembangunan dan pengembangan wilayah di Indonesia harus disesuaikan
dengan kondisi geografis dan kondisi sosial masyarakat.
Kondisi geografis wilayah Indonesia yang beragam harus disikapi dengan pembangunan sarana perhubungan. Banyak daerah tidak dapat dijangkau karena kondisi jalan rusak parah seperti jalan-jalan di kawasan Sumatera dan Kalimantan. Permukiman kumuh menjadi polemik di perkotaan. Pembangunan di segala sektor, termasuk di desa, hendaknya memperhatikan kondisi sosial ekonomi yang berlaku di masyarakat sehingga tidak terjadi ketimpangan. Hubungan antar pulau disikapi dengan membangun jalur pelayaran dan penerbangan. Jalur pelayaran dilakukan dengan membangun pelabuhan.
Upaya pengembangan wilayah antar pulau, penyediaan pelayaran dan penerbangan merupakan prioritas yang terus dirintis. Aspek sosial harus diperhatikan dalam pengembangan wilayah agar proses pembangunan tidak berbenturan dengan nilai-nilai masyarakat setempat. Berdasarkan kajian wilayah dan kondisi wilayah yang berbeda tersebut menyebabkan masalah ekonomi yang rumit. Terjadi kesenjangan sumber daya diantara wilayah-wilayah tersebut. Di suatu daerah kelebihan sumber daya dan di daerah kekuarangan sumber daya. Kesenjangan tersebut menimbulkan permasalahan ekonomi terutama dalam penyediaan barang dan jasa. Salah satu upaya agar tidak terjadi kesenjangan ekonomi tersebut sebaiknya pendistribusian sumber daya termasuk di dalamnya distribusi sumber daya manusia.
Dari uraian tadi jelas bahwa kebutuhan manusia demikian banyaknya, sedangkan barang-barang dan jasa serta sumber-sumber alam lain yang menjadi bahan untuk menghasilkan barang dan jasa jumlahnya terbatas atau langka. Kelangkaan sumber daya dibanding dengan kebutuhan  manusia akan menyebabkan kurangnya atau tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh kebutuhan untuk hidup. Tidak terpenuhinya kebutuhan manusia itu berarti munculnya masalah pemenuhan kebutuhan, yang kemudian masalah itu dikenal dengan masalah ekonomi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kelangkaan, antara lain:
a)         iklim suatu negara
b)         suhu udara suatu wilayah
c)         lokasi
d)         sumber daya manusia
e)         transportasi

Cara mengatasi kelangkaan antara lain  :
a.         Menggunakan sumber daya secara efisien
b.         Memanfaatkan lahan yang dapat menghasilkan barang kebutuhan sendiri



















MATERI REMEDIAL

Kelangkaan dan Kebutuhan Manusia
Kebutuhan manusia yang beragam dan selalu terus bertambah tersebut tidak mungkin dapat terpenuhi tanpa adanya interaksi sosial. sebagai mahkluk sosial manusia selalu membutuhkan manusia lain. Interaksi sosial merupakan kunci dalam sendi-sendi kehidupan sosial, karena tanpa interaksi tidak mungkin terjadi aktivitas sosial. Interaksi sosial adalah hubungan – hubungan sosial yang dinamis, baik yang menyangkut hubungan antara individu dan individu, antar individu dan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok lain. Secara sederhana, interaksi terjadi apabila dua orang saling bertemu, saling menegur, berkenalan, dan memengaruhi.

Kelangkaan sebagai permasalahan ekonomi manusia
Kebutuhan manusia demikian banyak, sedangkan barang-barang dan jasa serta sumber-sumber alam lain jumlahnya terbatas atau langka. Keterbatasan sumber daya tersebut antara daerah yang satu dengan daerah lain tidak sama. Beberapa daerah yang tersedia secara melimpah dan sebagian daerah lain tersedia sumber daya yang sedikit sehingga terjadi interaksi antar daerah untuk memenuhi kebutuhan.
Kelangkaan sumber daya dibanding dengan kebutuhan  manusia akan menyebabkan kurangnya atau tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh kebutuhan untuk hidup. Kelangkaan ini merupakan masalah ekonomi manusia. Masalah ekonomi muncul karena adanya kebutuhan manusia yang terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan yang berupa barang dan jasa terbatas adanya. Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan alat pemuas kebutuhan itu disebut kelangkaan.















MATERI PENGAYAAN


Kelangkaan dan Kebutuhan Manusia
Manusia juga dikenal sebagai mahluk ekonomi ( homo economicus ) karena manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan, tentu saja   dengan cara  yang  rasional sehingga dapat mencapai kesejahteraannya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut manusia bertindak sebagai mahluk sosial. Manusia tidak mampu memenuhi kebutuhan tanpa melakukan interaksi dengan orang lain. Interaksi manusia dengan manusia lain menunjukkan bahwa manusia sebagai mahkluk sosial yang selalu hidup bersama dan tidak dapat hidup sendiri dalam memenuhi kebutuhan. Tindakan manusia  melakukan interaksi dengan manusia lain misalnya, untuk memperoleh beras dengan cara membeli dari pedagang di pasar karena secara individu tidak mampu menghasilkan beras itu.
Kebutuhan manusia yang beragam dan selalu terus bertambah tersebut tidak mungkin dapat terpenuhi tanpa adanya interaksi sosial. sebagai mahkluk sosial manusia selalu membutuhkan manusia lain. Interaksi sosial merupakan kunci dalam sendi-sendi kehidupan sosial, karena tanpa interaksi tidak mungkin terjadi aktivitas sosial. Interaksi sosial adalah hubungan – hubungan sosial yang dinamis, baik yang menyangkut hubungan antara individu dan individu, antar individu dan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok lain. Secara sederhana, interaksi terjadi apabila dua orang saling bertemu, saling menegur, berkenalan, dan memengaruhi.
Interaksi sosial tidak terbatas oleh waktu karena dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Dengan adanya interaksi maka terjadi saling memengaruhi sehingga menimbulkan berbagai perubahan dalam kehidupan. Kondisi tersebut dinamakan proses sosial, dimana terjadi pengaruh timbal balik antara perbagai segi kehidupan bersama. Interaksi sosial merupakan bentuk pelaksanaan kedudukan manusia sebagai mahkluk sosial. Manusia  tidak  mampu hidup sendiri, sejak manusia dilahirkan kita selalu membutuhkan keberadaan orang lain. Manusia memiliki naluri untuk hidup bersama dengan orang lain, dan ingin bersatu dengan lingkungan sosialnya. Agar manusia dapat menjalankan fungsi sebagai makhluk ekonomi dan makhluk sosial  maka dalam kegiatannya perlu mematuhi aturan-aturan atau norma-norma tertentu. Tanpa aturan –aturan yang mengatur proses kehidupan makan manusia akan bertindak semena-mena.



Kelangkaan sebagai permasalahan ekonomi manusia
Orang-orang yang ada di sekitar kalian melakukan aktivitas sepanjang hari agar kebutuhan terpenuhi. Kebutuhan manusia  semakin hari semakin bertambah. Pada zaman pra aksara,  kehidupan masih primitif untuh memenuhi kebutuhan mereka dengan cara berburu dan meramu. Kemudian seiring dengan majunya cara berpikir dan kebudayaan, mereka  mulai hidup menetap dan bercocok tanam dan untuk memenuhi kebutuhan dengan cara barter. Kebutuhan mereka belum terpenuhi dengan cara barter karna barang-barang yang mereka miliki belum tersedia banyak dan belum tersedia uang sebagai sarana untuk melakukan tukar-menukar.
Kebutuhan manusia demikian banyak, sedangkan barang-barang dan jasa serta sumber-sumber alam lain jumlahnya terbatas atau langka. Keterbatasan sumber daya tersebut antara daerah yang satu dengan daerah lain tidak sama. Beberapa daerah yang tersedia secara melimpah dan sebagian daerah lain tersedia sumber daya yang sedikit sehingga terjadi interaksi antar daerah untuk memenuhi kebutuhan.
Kelangkaan sumber daya dibanding dengan kebutuhan  manusia akan menyebabkan kurangnya atau tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh kebutuhan untuk hidup. Kelangkaan ini merupakan masalah ekonomi manusia. Masalah ekonomi muncul karena adanya kebutuhan manusia yang terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan yang berupa barang dan jasa terbatas adanya. Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan alat pemuas kebutuhan itu disebut kelangkaan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kelangkaan, antara lain:
a)         iklim suatu negara
b)         suhu udara suatu wilayah
c)         lokasi
d)         sumber daya manusia
e)         transportasi

Cara mengatasi kelangkaan antara lain  :
a.         Menggunakan sumber daya secara efisien
b.         Memanfaatkan lahan yang dapat menghasilkan barang kebutuhan sendiri





LAMPIRAN ARTIKEL

Cabe Rawit Merah Langka, Harganya Naik Hingga Lima Kali Lipat
SELASA, 29 JUNI 2010 | 13:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta -Harga cabai rawit naik tajam di Pasar Kebayoran Lama. Kenaikan tertinggi tercatat hingga lima kali lipat.

Untuk cabai rawit muda yang berwarna hijau kekuning-kuningan dipatok dengan harga Rp 32.000 per kilogram. "Padahal, kalau harga cabe rawit lagi murah, cabai rawit ini ya tidak keluar (laku)," kata Dalima (45), pedagang cabai dan rempah-rempah di Pasar Induk Kebayoran Lama saat ditemui Tempo siang ini. Lalu, harga cabai rawit hijau tua dipasang Rp 28.000 per kilogram. "Padahal biasanya Rp 20.000 saja per kilogram," katanya lagi.

Kenaikan cukup tajam terjadi pada cabe rawit merah. Menurut Dalima, harga cabai rawit merah normalnya hanya Rp 8.000 saja per kilogram. Namun, akhir Juni ini, harga cabe rawit tipe ini menanjak tajam, yakni Rp 40.000 per kilogram.

Sementara itu, pedagang lainnya, Jami (52) dan Marsini (50) mengaku tak menjual cabai rawit merah. Pasalnya, cabai rawit merah sendiri sudah langka di pasaran saat ini. Mereka memilih menjual cabai merah besar. 

Kelangkaan cabai rawit merah ini dijelaskan oleh Dalima. "Biasanya, cabai rawit didatangkan ke Pasar Induk sebanyak 10 truk, tapi 2 truk," katanya. Ia sendiri mendapat setengah karung, padahal biasanya 5 karung beras cabai rawit. Ia menduga kelangkaan ini karena serangan hama di daerah produksi.

"Itu pun setengah karung kalau dipilih, barangnya banyak yang jelek," katanya. Dalima pun menunjukkan segenggam cabai rawit yang telah rusak dimakan hama. Selain itu, katanya, rasa cabai rawitnya kurang tajam. "Yang muda ini, rasanya tidak ada," katanya.

Sementara itu, pembeli mengeluhkan naiknya harga cabai rawit merah ini. "Harga cabai rawit merah sekarang mahal," kaya Yuni, warga Kebayoran Lama yang mengaku menggemari sambal ini. Begitu juga dengan rekannya, Diana, "Beli Rp 2.000 saja sekarang tidak boleh," kata Diana yang gemar menyantap masakan tempe pecel ini.

Berdasar penelusuran Tempo di Pasar Kebayoran Lama, harga cabai besar tercatat berkisar antara Rp 35.000 hingga Rp 36.000 per kilogram. Harga cabai besar ini merata. Semula, kata Jami, harganya Rp 32.000 per kilogram. Sedangkan kata Marsini, harganya semula Rp 30.000 per kilogram.

Sedangkan, harga bawang merah stabil. Yakni Rp 16.000 per kilogram, kata Jami. Namun, kenaikan ringan dialami oleh bawang putih, yakni Rp 25.000 per kilogram. "Padahal biasanya Rp 20.000 per kilogram," kata Marsini.

FEBRIANA FIRDAUS
 sumber


Komentar

Postingan populer dari blog ini